Ning Sheila; Santri Harus Seperti Paku

Foto Bersama pada Pembukaan Syawirnas AIS Nusantara

Ning Sheila Hasina, istri Gus Ahmad Kafabihi Mahrus (Cak Mad) turut serta hadir mendampingi suaminya di acara pembukaan Syawirnas AIS Nusantara di Wonosobo.


Selain penyampaian Cak Mad yang sekaligus membuka acara tersebut, Ning Sheila juga turut memberikan pesan yang menjadi bahan refleksi sekaligus motivasi bagi anggota AISNU. 

Menurut Ning Sheila, santri itu harus seperti paku, yang ada di setiap bangunan untuk merekatkan dan menyatukan meskipun keberadaannya tidak tertutup oleh alat lain - tidak kelihatan.

“Satu pesan yang ingin saya sampaikan, jadilah santri seperti paku. Paku itu pasti ada di setiap bangunan. Paku itu kan fungsinya menyatukan, merekatkan, menghubungkan. Meskipun ditancapkan dan tidak kelihatan,” ucapnya.

Bagi Ning Sheila, filosofi paku yang lekat dalam pribadi santri tidak boleh luntur. Santri memiliki karakter yang mampu menyatukan umat, merekatkan ukhuwah, dan menyambung silaturahmi. Maksud tidak terlihat adalah khidmahnya yang tanpa pamrih, tidak memiliki tendensi dan kepentingan selain untuk untuk ridha Allah dan para masyayikh. 

Pada konteks tanggung jawab AISNU, media digital justru harus diperlihatkan, diseminasi universal Islam dan pesantren yang genuine.

Lebih lanjut, paku itu diketok, dibenturkan dengan palu yang bermakna, santri itu siap terhadap tantangan zaman dan beradaptasi secara baik dengan karakter al-muhāfadzatu ‘alal qadīmis shālih wal akhzu bil jadīdil ashlāh (merawat nilai tradisi yang baik bersamaan dengan melakukan inovasi dan kreasi dengan nilai-nilai yang lebih baik).