Ning Jazil Tegaskan Bullying Haram Hukumnya


Ning Hj Jazilah Annahdliyah, salah satu dewan pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri, ikut serta menyoroti adanya kasus kekerasan yang dialami oleh santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hanifiyyah Mojo, Kediri yang menyebabkan tak bernyawa beberapa hari yang lalu.

Ning Jazil sapaan akrabnya, dalam tulisan di akun instagramnya sangat menyangkan adanya kasus tersebut apalagi terjadi di area pondok pesantren. Ia sangat berharap agar kejadian tersebut tidak pernah terjadi lagi.

“Saya harap kejadian ini tidak akan pernah terjadi lagi di dunia pesantren. Biarlah ini menjadi yang terakhir dan menjadi pelajaran yang berharga untuk kita semua agar lebih waspada dan lebih meningkatkan keamanan,” harapnya.

Ia mengatakan bahwa pesantren tidak pernah mengajarkan apalagi membiarkan perilaku yang menyakiti satu sama lain. Menurutnya, tidak ada dalam kamus pesantren yang membiarkan apalagi mengajarkan hal-hal untuk saling menyakiti, membully atau merendahkan yang lain.

“Dan pastinya tidak ada guru yang ridha akan hal tersebut. Maka berfikirlah sebelum bertindak,” jelasnyanya.

Istri dari KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar itu dengan tegas meminta para santri Al Falah Ploso untuk menjauhi hal-hal tersebut. Ia mengajak para santrinya untuk menjadikannya sebagai pelajaran.

“Meski kasus ini tidak terjadi di ma'had kita tapi kita wajib prihatin, dan berduka sedalam-dalamnya," katanya. "Saya tegaskan haram hukumnya pembullyan di Al Falah Ploso. Naudzubillah jangan sampai saya mendengar hal-hal yang tidak menarik dari perilaku kalian,” imbuh Ning Jazil.

Dirinya juga meminta para santri untuk menjaga warisan dari perjuangan simbah Kiai Djazuli. “Jadilah santri yang bisa membanggakan beliau. Jangan kecewakan beliau. Jadilah santri yang selalu menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua,” pungkasnya.