Memahami Arti Keluarga Sakinah


Keluarga sakinah adalah istilah yang sering disebutkan dalam berbagai peristiwa dan selebrasi atau ceremony terkait perkawinan. Semua mempelai atau juga keluarga besar termasuk para pemuka agama pasti akan selalu menekankan bahwa pentingnya membangun keluarga sakinah dalam suatu perkawinan. Terma keluarga sakinah sendiri sebenarnya terdiri dari bahasa Indonesia dan bahasa serapan yaitu sakinah yang dalam dan kebahagiaan.

Kata Sakinah dalam KBBI mempunyai arti ketenangan, kedamaian, ketentraman Keluarga adalah unit terkecil dalam suatu masyarakat, yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sosial. Moh. Shochib menegaskan bahwa keluarga juga terdiri dari beberapa orang yang mempunyai hubungan darah, yang hidup bersama dalam satu tempat tinggal, juga memiliki potensi untuk menciptakan rasa cinta dan sayang.

Pada hakikatnya, keluarga adalah dimana orang-orang melalui proses sosialisasi awal, belajar dan berpegang pada nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Dalam konsep islam, seorang laki-laki dan seorang perempuan terikat bersama oleh sebuah akad untuk membentuk sebuah keluarga, yang dengan itu akan melahirkan keturunan.

Ada dua cara untuk mendefinisikan sebuah keluarga. Pertama adalah sebagai hubungan kekeluargaan. Berarti bahwa mereka yang memiliki hubungan darah dalam suatu perkawinan. Kedua, keluarga adalah suatu ikatan yang sangat penting, tapi lebih ditekankan bahwa seseorang itu bertempat tinggal yang sama dalam rumah dan saling memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Sakinah (kedamaian) itu berasal dari Allah kepada hati masing-masing hambanya yang memiliki keimanan juga ketakwaan, dengan tujuan supaya seorang tersebut memiliki ketabahan dalam menghadapi masalah atau rintangan apapun itu. Jadi, dapat dipahami bahwa sakinah dalam keluarga di sini akan tetap tenang dalam hatinya, walaupun mereka menghadapi berbagai cobaan dan rintangan dalam kehidupan.

Istilah dari keluarga sakinah itu sendiri ada dalam Quran surat Al-Rum ayat 21:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran Allah adalah dia menciptakan atau memberimu pasangan pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman di sekitarnya, serta menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang."

Tujuan berkeluarga adalah menciptakan hati yang tenang dan juga rasa tenteram berdasarkan cinta dan kasih sayang. Dengan menjalankan perkawinan, seseorang akan mendapat kepuasan dalam jasmani dan rohani. Yaitu rasa kasih sayang, rasa ketentraman dan juga kebahagiaan di dalam hidupnya.

Seperti halnya dalam Alquran surat Al-Rum ayat 21, dinyatakan bahwa keluarga dibentuk dengan rasa kedamaian, rasa cinta dan juga kasih sayang antara suami dan istri (rahmah). Kata sakinah (damai) di sini adalah tidak adanya pertengkaran dalam rumah tangga yang tidak bisa mereka selesaikan. Tapi damai dalam artian bahwa konflik apapun yang terjadi dalam keluarga, mereka bisa mengatasinya dengan hati yang lapang dan dengan kepala dingin.

Menurut salah satu ulama’ yaitu Quraisy Syihab, berpendapat bahwa keluarga sakinah adalah seorang yang sudah menjadi pasangan suami istri seharusnya bisa menjadi diri yang satu. Diri seseorang harus bersatu dalam semua elemennya, termasuk perasaan dan ide, cinta dan harapan, gerakan dan langkah, dan keluhan hingga nafas terakhir seseorang. Namun, sakinah dalam berkeluarga tidak datang dengan sendirinya, melainkan dengan adanya beberapa upaya yang harus ditempuh. Dalam hati juga harus ada kesabaran juga ketakwaan, karena sakinah diturunkan oleh Allah melalui hati seseorang.

Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibangun melalui perkawinan yang dianggap kuat, yang bisa mencukupi kebutuhan lahir dan batin secara memadai, dan juga mampu menumbuhkan rasa sayang diantara suami istri sehingga dalam keluarga merasa aman, tenteram dan juga merasa bahagia dalam usaha mereka untuk tercapainya kesejahteraan dunia dan akhirat. Tidaklah mudah untuk menciptakan keluarga sampai titik kebahagiaan dan kesejahteraan, maka dari itu, nilai agama dalam diri harus diterapkan, sehingga sesamanya akan paham mengenai apa yang menjadi kewajiban dari suami istri, dan akan menjadikan keluarga yang sakinah.

Dalam keluarga sakinah pasti akan merasakan kehangatan dari cinta dan kasih sayang, juga kebahagiaan di dalamnya. Semua orang pasti menginginkan supaya bisa tercapai kehidupan keluarga yang sejahtera damai dan pastinya bahagia. Rumah tangga yang dipenuhi dengan kedamaian dan kebahagiaan dapat mewujudkan masyarakat yang baik, dan juga adil.

Masyuri Qurtubi berpendapat bahwa keluarga sakinah akan bisa terwujud apabila anggota keluarganya bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik, sesuai dengan ajaran yang ada dalam islam. Untuk mencapai keluarga yang sakinah perlu diketahui mengenai tujuan dari sebuah keluarga, kemudian dilanjut dengan usaha keluarga tentang bagaimana cara menciptakan sebuah keluarga yang sakinah.