![]() |
| Achmad Ya'kub - Alumni Unipdu Jombang dan Mahasiswa Aktif Pascasarjana Universitas Brawijaya |
Sebagai seorang
Muslim, Nabi Muhammad SAW sudah pasti mengajarkan kepada kita pola makan yang
baik dengan berpuasa. Beliau menyarankan kita untuk makan dalam jumlah porsi
cukup/sedang dan tidak berlebih-lebihan. Pengurangan porsi asupan saat puasa
terjadi karena seseorang biasanya mengonsumsi makanan tiga kali sehari menjadi
dua kali. Jika hal ini terjadi secara terus menerus maka akan mempengaruhi
keseimbangan energi dan komposisi lemak tubuh serta akan menurunkan jumlah
asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.
Banyak sekali puasa
yang bisa dilakukan meskipun diluar bulan Ramadan, salah satu puasa kesukaan
Nabi dan sahabat-sahabatnya adalah puasa senin-kamis. Seperti yang beliau
sampaikan dalam HR. Abu Dawud sebagai berikut: “Sebenarnya Nabi Muhammad Saw
berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika Nabi ditanya tentang hal ini, dia
berkata; Sungguh, amalan seseorang diberikan kepada Allah pada hari Senin dan
Kamis.”
Tentunya bagi sebagian
umat muslim yang sudah terbiasa puasa senin-kamis, ketika memasuki bulan Ramadan
tubuh mereka sudah tidak kaget dengan pengurangan porsi asupan makan dan pola
kehidupan lainnya seperti, tidur, ibadah dan sekolah. Kapanpun seorang muslim
bisa berpuasa meskipun di luar bulan ramadhan contohnya puasa 6 hari di bulan
Syawal, puasa Ayyamul Bidh, puasa Daud dan masih banyak lagi lainnya. Terkecuali
hari-hari yang diharamkan oleh Islam untuk berpuasa. Jadi ketika bulan suci ini
selesai, kita bisa tetap melanjutkan nya dengan puasa sunnah, karena orang yang
berpuasa sangat bangus untuk kesehatan tubuhnya.
Banyak ilmuwan
menganggap bahwa puasa merupakan suatu fenomena kehidupan alami, yang
menjadikan kehidupan berjalan dengan lurus, sehat dan sempurna. Disini nampak
begitu jelas hikmah kesehatan pada syariat berpuasa. Karena puasa membantu
seluruh makhluk hidup untuk beradaptasi dengan makanan yang sangat sedikit dan
membuatnya mampu bertahan menjalani kehidupan secara alami dan normal.
Ilmu-ilmu pengetahuan modern juga menetapkan bahwa puasa dapat melindungi
makhluk hidup dari berbagai penyakit dan bisa membantu penyembuhan secara efektif.
Dalam bukunya
Shelton, tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H.
pada buku yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan
oleh dokter Thahir Ismail. Beberapa manfaat puasa sebagai berikut:
1. Puasa merupakan suatu bentuk relaksasi[i]
untuk dapat melakukan perbaikan terhadap anggota tubuh yang sudah rusak.
2. Puasa bisa menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di
dalam usus lalu dibuangnya. Karena tanpa proses pembuangan sisa-sisa sari
makanan ini, maka akan mengakibatkan penumpukan dan merubahnya menjadi racun.
Puasa juga satu-satunya cara untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam
tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang sudah terkontaminasi.
3. Dengan berpuasa, tubuh mejadi mampu melarutkan zat-zat berlebih
dalam tubuh dan juga bisa melarutkan endapan-endapan yang ada pada jaringan
tubuh manusia.
4. Puasa merupakan alat untuk menata dan mengembalikan vitalitas pada
macam-macam sel dan jaringan yang terdapat dalam tubuh.
5. Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan
sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara
berlebihan.
6. Puasa sangat bengaruh pada kulit seperti halnya yang dilakukan
alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit.
7. Puasa juga merupakan tehnik pengobatan sangat manjur dan paling
sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus
berkembang. Puasa meringankan beban pada sistem sirkulasi[ii]
juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuh
dapat terjaga dari hal-hal yang mungkin terjadi pembekuan pada pembuluh arteri
(pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), encok, dan penyakit
lainnya yang bersinggungan pada masalah nutrisi, sirkulasi tubuh, serta
penyakit jantung.
Demikian ketika tubuh berhasil membersihkan racun yang ada dan
mendapatkan kesempatan untuk melakukan relaksasi dengan sempurna melalui puasa,
maka mulailah tubuh melakukan proses perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi
pada jaringannya dan dapat merapikan kembali sistem pengaturan fungsi tubuh.
Semua ini bisa terjadi setelah tubuh mendapatkan kembali energinya dengan
sempurna berkat proses relaksasi yang terjadi ketika berpuasa.
[i]
Relaksasi adalah teknik yang dapat digunakan semua orang untuk
menciptakan mekanisme batin dalam diri seseorang dengan membentuk pribadi yang
baik, menghilangkan berbagai bentuk pikiran yang kacau akibat ketidakberdayaan
seseorang dalam mengendalikan ego yang dimilikinya, mempermudah seseorang
mengontrol diri, menyelamatkan jiwa dan memberikan kesehatan bagi tubuh.
[ii]
Sistem sirkulasi adalah suatu sistem organ yang berfungsi sangat
penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan
oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon
dioksida.
Referesi
Ahmad bin Abdul Aziz Al-Hushain, Ruh Puasa dan Maknanya, (Surabaya: Pustaka elBA, 2008)
Jejen Musfah, Risalah Puasa, Mejadikan Bulan Ramadhan Sebagai Bulan Penuh Pahala, (Yogyakarta: Hijrah, 2004)
Kustiyanti, D., Suyatno, S. and Kartasurya, M. 2017. ‘Adakah Perbedaan Status Gizi Antara Remaja Santriwati Yang Berpuasa Dan Tidak Berpuasa Senin Kamis ? (Studi di Pondok Pesantren Al Itqon Semarang)’. Jurnal Kesehatan Masyarakat (eJournal)
Zaglul An-Najjar dan Abdul Daim Kahil, Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Al-quran dan Hadis, (Jakarta: PT. Lentera Abadi, 2012)
