Nurul Jadidku, Abdhina Rindu


Nurul Jadidku

Telah lama kita tak bertemu

Telah lama aku tidak bermesraan dengan dengan ilmumu

Telah lama aku tidak pernah melihat berbagai ceritamu

Dan parahnya, aku juga sudah lama tidak pernah memandangi sejuknya para masyayikhmu


Nurul Jadidku

Telah lama kita tak bertemu

Kita dipisahkan oleh jarak dan waktu

Jauhnya jaraknya, telah membuatku kehilanganmu

Kehilangan keindahan, kesejukan, kesederhanaan, dan keluasan ilmumu

Tapi engkau perlu tahu wahai Nurul Jadidku, kalau aku tak pernah mengharapkan itu


Nurul Jadidku

Telah lama kita tak bertemu

Aku begitu merindu terhadapmu

Rasanya, aku tak sanggup hidup tanpamu

Bukan apa apa, hanya karena engkaulah semangatku

Tapi apalah daya, aku belum bisa bertamu padamu

Hanya saja, semoga keberkahanmu selalu menyertaiku


Nurul Jadidku

Kini, Haul Masyayikh digelar kembali

Harlah ke-75 juga demikian diperingati

Ribuan alumni datang ikut serta memperingati

Story mereka berseliweran membuatku iri

Menjadikan banyak orang yang gak bisa hadir menangis tiada henti

Menangis karena rasa haru atas keagunganmu yang begitu tinggi


Nurul Jadidku

Santri kurang ajarmu ini, berkahilah untuk terus memberikan arti

Menyambung perjuangan muassismu untuk berkontribusi

Kepada masyarakat, aku akan terus mengabdi

Karena ini alasan yang paling aku yakini selama ini 

Bahwa engkau akan selalu memahami, kalau santrimu gak hadir bukan karena sibuk dengan keadaan yang sedang digeluti

Melainkan, karena menjalankan tugas keilmuan yang pernah engkau ajari


Nurul Jadidku

Sungguh, abdhina rindu


Giligenting Sumenep

11 Februari 2024

21.20 WIB