Kiai Zuhri; Pesantren adalah Lembaga Dakwah dan Pencetak Kader Terbaik


Haul Masyayikh dan Harlah Pondok Pesantren Nurul Jadid ke-75 digelar di halaman pesantren, 11 Februari 2024.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid KH. Moh. Zuhri Zaini mengungkapkan bahwa adanya kegiatan tersebut sebagai bentuk syukur atas nikmat, maunah, dan hidayah Allah sehingga Pesantren Nurul Jadid bisa eksis sampai sekarang.

Kiai Zuhri mengenang dan menyukuri jasa-jasa pendahulu mulai dari pendiri sampai pengasuh-pengasuh yang lain. Karena jasa para muassis, Pesantren Nurul Jadid bisa berdiri kokoh dan berkembang sampai sekarang.

"Pesantren bisa eksis dan berkembang untuk mencetak dan melahirkan kader-kader penerus perjuangan bangsa, umat dan masyarakat," jelasnya.

Disisi lain, Kiai Zuhri menegaskan bahwa peringatan haul diharapkan bisa meneladani jejak-jejak pendiri dan pengasuh berjuang baik melalui pesantren maupun di tengah-tengah masyarakat.

"Haul dan harlah ini bukan hanya sekedar rutinitas atau seremonial semata tapi bisa bermakna untuk kita," tegasnya.

Melihat perkembangan pesantren, Kiai Zuhri mengungkapkan, telah banyak capaian dari berbagai bidang terutama dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat.

"Pesantren Nurul Jadid telah mengirim guru tugas ke beberapa daerah, di antaranya, Sulawesi, Bali dan mancanegara," tambahnya.

Bahkan, menurutnya, pesantren adalah lembaga dakwah. Oleh sebabnya, ia berharap santri harus mengajak kepada kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Ia menegaskan bahwa berkembangnya pesantren tidak lepas dari dukungan dan kerjasama semua pihak.

"Kiai Zaini mendirikan pesantren dapat dukungan dari berbagai pihak," pungkasnya.

Dengan demikian, Kata Kiai Zuhri, pesantren adalah lembaga pencetak kader, pelanjut perjuangan bangsa dan umat untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia bahkan untuk kemanusiaan.