![]() |
| Tangkapan Layar Film Agak Laen |
Kalau sudah ke Surabaya, sepertinya tidak pernah absen
untuk mampir ke XXI yang tersedia di mall mall besar, salah satunya di Royal
Plaza Surabaya. Waktu itu, 21 Februari 2024, sewaktu saya di Surabaya juga
langsung memesan tiket nonton. Hal itu membuat saya penasaran gegara banyak
story berseliweran dari teman-teman yang sedang menonton film Agak Laen.
Agak Laen yang dirilis pada Kamis, 1 Februari
2024, digarap oleh rumah produksi milik Ernest, Imajinari.
Sutradara Muhadkly Acho mengatakan butuh tiga pekan membuat film
ini. Inspirasinya adalah podcast Agak Laen yang digarap oleh Boris,
Bene, Jegel, dan Oki, yang tayang di Spotify dan YouTube.
Agak Laen terbilang sukses. Internet Movie
Database, situs penilai film global, memberi ponten 8,8 untuk film
tersebut dan itu menjadi yang tertinggi di antara film-film Indonesia yang
dirilis tahun ini Pada hari pertama penayangannya, film horor komedi ini
ditonton 181 ribu orang Angka itu juga menjadi yang tertinggi tahun ini.
Saya yang penasaran dengan film tersebut, sudah dibuat
tertawa terbahak-bahak sejak menit-menit awal. Meskipun film ini
berdurasi 1 jam 59 menit, tapi tidak membosankan bagi siapa saja yang
menontonnya. Salah satu alasannya adalah pemainnya kebanyakan komika. Bene
Dion Rajagukguk, Boris Bokir, Indra Jegel dan Oki Rengga menjadi bintang utama
Agak Laen.
Setan-setanan di rumah hantu di pasar malam itu dibuat
keki. "Lo apaan, Bang,” kata Resti Surtika, yang berperan sebagai
pengunjung dalam film Agak Laen tersebut. Boris Bokir yang berdandan kuntilanak
alakadarnya sampai harus menjelaskan perannya. Hal itu juga menjadi alasan
lain mengapa setiap orang yang menonton film ini tidak akan pernah bosan.
Empat sekawan diatas dikisahkan sebagai
pemeran di rumah hantu. Mereka memutar otak agar usaha mereka lebih laku.
Caranya, ya, membuat wahana itu lebih seram. "Kalian nih hantu. Harus
seram. Tak bisa kalau cuma modal jelek,” kata Oki (Oki Rengga) kepada tiga
kawannya. Oki merupakan anggota terbaru, selepas dari penjara. Dia mantan
terpidana kasus pembunuhan. Korbannya adalah kambing yang dia tabrak saat
berkendara pada waktu teler.
Oki yang dengan terpaksa menggadaikan sertifikat tanah
milik ibunya. Hal itu dilakukan supaya bisa membantu temannya merenovasi rumah
hantu. Mereka kemudian mulai memoles rumah hantu itu, menempatkan beberapa
pohon pisang, boneka jelangkung. mengatur efek cahaya, memainkan suara seram,
hingga menempatkan pocong gantung. Dengan rias wajah yang lebih meyakinkan,
Boris berperan jadi kuntilanak, Jegel sebagai pocong, Bene jadi suster ngesot,
dan Oki sebagai buto ijo.
Pengunjung pertama rumah hantu versi baru itu adalah
Basuki (Arief Didu), bapak-bapak berpenyakit jantung. Rangkaian horor
yang disajikan rumah hantu itu membuat Basuki kejer sampai kena serangan
jantung, lalu meninggal di tempat. Basuki tidak bisa menyelamatkan
hidupnya dikarenakan obatnya yang biasa dipakai terjatuh pada saat ia membeli tiket
masuk.
Kali ini, giliran tuan rumah yang ketakutan. Oki ogah
masuk penjara lagi. Boris pantang memiliki catatan kriminal karena
bercita-cita masuk Akademi Militer. Sedangkan Bene punya rencana menikah
dalam waktu dekat. "Terus mayatnya mau diapain? Mau dikubur di
sini?" kata Jegel. Tiga temannya menyetujui ide
tersebut. Walhasil, rumah hantu itu jadi lebih seram dengan adanya
kuburan.
Sejak Basuki dikuburkan, penghuni rumah hantu pun
bertambah dengan kehadiran arwah gentayangan. Meski empat sekawan itu
kerap direpotkan oleh makhluk halus tersebut, namun mereka meraup untung besar. Sebab, wahana
mereka jadi viral melalui hasil rekaman salah satu pengunjung dan berhasil
dikunjungi lebih banyak orang. Boris pun bisa membayar biaya sekolah untuk
masuk Akademi Militer, Bene melunasi uang gedung pernikahan, dan Oki membeli
tanah sebagai persiapan kuburan ibunya dan menebus sertifikat tanah milik
ibunya.
Ada banyak pesan moral dalam film Agak Laen jika
menonton dengan seksama. Dengan fiilm tersebut, kita telah diajarkan bahwa segala
sesuatu yang menjadi keinginan atau tujuan hidup kita pasti akan tercapai jika
ada usaha yang maksimal. Kita bisa meniru bagaimana empat sekawan itu
bersama-sama saling menguatkan, meskipun selalu ada pertengkaran dan perbendaan
pendapat, tidak membuat persahabatan mereka buyar.
Oleh: Abdur Rahmad
